CARA MENAMBAH BERMACAM WIDGET DISEBELAH KANAN LAYAR PADA BLOG
Mudah-mudahan dengan aplikasi gambar akan mudah diikuti dan dipahami inilah langkahnya :klik disini
2 comments 15 Januari 2010
Tak Mau Disemprit? Kenali UU Lalu Lintas Baru!
JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai Januari 2010 ini, UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 akan efektif berlaku, menggantikan UU Nomor 14 Tahun 1992. Banyak peraturan baru yang harus dicermati jika tak mau disemprit ketika berkendara. Sebab, hingga saat ini tak sedikit yang tak mengetahui aturan-aturan baru yang diberlakukan UU ini. Sanksi pidana dan denda bagi para pelanggarnya pun tak main-main. Jika dibandingkan UU yang lama, UU Lalu Lintas yang baru menerapkan sanksi yang lebih berat. Berikut ini beberapa hal yang sebaiknya diketahui oleh para pengguna kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat/lebih:
• Kenakan Helm Standar Nasional Indonesia (SNI)
Jangan lagi kenakan helm batok. Gunakanlah helm SNI. Selain karena alasan keselamatan, menggunakan helm jenis ini sudah menjadi kewajiban seperti diatur dalam Pasal 57 Ayat (2) dan Pasal 106 Ayat (8). Sanksi bagi pelanggar aturan ini, pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Pasal 291). Sanksi yang sama juga akan dikenakan bagi penumpang yang dibonceng dan tidak mengenakan helm SNI.
• Pastikan Perlengkapan Berkendara Komplet
Bagi para pengendara roda empat atau lebih, coba pastikan kelengkapan berkendara Anda. UU Lalu Lintas No 22 Tahun 2009, dalam Pasal 57 Ayat (3) mensyaratkan, perlengkapan sekurang-kurangnya adalah sabuk keselamatan, ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, helm, dan rompi pemantul cahaya bagi pengemudi kendaraan bermotor roda empat/lebih yang tak memiliki rumah-rumah dan perlengkapan P3K. Bagaimana jika tak dipenuhi? Sanksi yang diatur bagi pengendara yang menyalahi ketentuan ini akan dikenakan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000, seperti diatur dalam Pasal 278
• Tak Punya SIM? Denda Rp 1 Juta
Ketentuan yang satu ini mungkin harus menjadi perhatian lebih. Jika selama ini denda bagi pengendara yang tak punya SIM hanya sekitar Rp 20.000, UU Lalu Lintas yang baru tak mau memberikan toleransi bagi pengendara yang tak mengantongi lisensi berkendara. Sanksi pidana ataupun denda yang diterapkan tak lagi ringan. Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan tidak memiliki SIM, akan dipidana dengan pidana kurungan empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).
• Konsentrasi dalam Berkendara
Pasal 283 UU Lalu Lintas mengatur, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi, dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 750.000
• Perhatikan Pejalan Kaki dan Pesepeda
Para pengendara, baik roda dua maupun roda empat/lebih, harus mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Bagi mereka yang tidak mengindahkan aturan Pasal 106 Ayat (2) ini, dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000
• Lengkapi kaca spion dan lain-lain
- Pengemudi sepeda motor
Diwajibkan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban (diatur Pasal 106 Ayat (3)). Sanksi bagi pelanggarnya diatur Pasal 285 Ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.
- Pengemudi roda empat/lebih
Bagi pengendara roda empat/lebih diwajibkan memenuhi persyaratan teknis yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas dimensi badan kendaraan, lampu gandengan, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan, spakbor, bumper, penggandengan, penempelan, dan penghapus kaca. Pasal 285 Ayat (2) mengatur, bagi pelanggarnya akan dikenai sanksi pidana paling lama dua bulan kurungan atau dendan paling banyak Rp 500.000.
• STNK, Jangan Lupa
Setiap bepergian, jangan lupa pastikan surat tanda nomor kendaraan bermotor sudah Anda bawa. Kalau kendaraan baru, jangan lupa membawa surat tanda coba kendaraan bermotor yang ditetapkan Polri. Jika Anda alpa membawanya, sanksi kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 akan dikenakan bagi pelanggarnya (Pasal 288 Ayat (1)).
• SIM Harus yang Sah Ya…
Pasal 288 Ayat (2) mengatur, bagi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dapat menunjukkan SIM yang sah dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan dan/atau denda paling banyak Rp 250.000.
• Pengemudi atau Penumpang Tanpa Sabuk Pengaman, Sanksinya Sama
Ini harus jadi perhatian bagi pengemudi mobil dan penumpangnya. Jangan lupa mengenakan sabuk pengaman selama perjalanan Anda. Selain untuk keselamatan, juga untuk menghindari sanksi pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 seperti diatur dalam Pasal 289.
• Nyalakan Lampu Utama pada Malam Hari
Saat berkendara pada malam hari, pastikan lampu utama kendaraan Anda menyala dengan sempurna. Bagi pengendara yang mengemudikan kendaraannya tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari, dipindana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Pasal 293).
• Wajib Nyalakan Lampu pada Siang Hari
Para pengendara motor yang berkendara pada siang hari diwajibkan menyalakan lampu utama. Sekarang, sudah bukan sosialisasi lagi. Bagi pelanggarnya akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp 100.000.
• Berbelok, Berbalik Arah, Jangan Lupa Lampu Isyarat!
Setiap pengendara yang akan membelok atau berbalik arah, diwajibkan memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan. Jika melanggar ketentuan ini, Pasal 284 mengatur sanksi kurungan paling banyak satu bulan atau denda Rp 250.000
• Jangan Sembarangan Pindah Jalur
Para pengemudi yang akan berpindah jalur atau bergerak ke samping, wajib mengamati situasi lalu lintas di depan, samping dan dibelakang kendaraan serta memberikan isyarat. Jika tertangkap melakukan pelanggaran, akan dikenai sanksi paling lama satu bulan kurungan atau denda Rp 250.000 (Pasal 295)
• Stop! Belok kiri tak boleh langsung
Ini salah satu peraturan baru dalam UU Lalu Lintas yang baru. Pasal 112 ayat (3) mengatur, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri. Bunyi pasal tersebut “Pada persimpangan jalan yang dilengkapi dengan alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau pemberi isyarat lalu lintas”.
• Balapan di Jalanan, Denda Rp 3 Juta!
Pengendara bermotor yang balapan di jalan akan dikenai pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3.000.000 (Pasal 297)
• Sesuaikan Jalur dengan Kecepatan
Ketentuan mengenai jalur atau lajur merupakan salah satu ketentuan baru yang dimasukkan dalam UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009, yang diatur dalam Pasal 108. Agar menjadi perhatian, selengkapnya bunyi pasal tersebut adalah
(1) Dalam berlalu lintas pengguna jalan harus menggunakan jalur jalan sebelah kiri
(2) Penggunaan jalur jalan sebelah kanan hanya dapat dilakukan jika
a. pengemudi bermaksud akan melewati kendaraan di depannya; atau
b. diperintahkan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk digunakan sementara sebagai jalur kiri
(3) Sepeda motor, kendaraan bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, dan kendaraan tidak bermotor berada pada lajur kiri jalan.
(4) Penggunaan lajur sebelah kanan hanya diperuntukkan bahi kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, akan membelok kanan, mengubah arah atau mendahului kendaraan lain.
Aturan-aturan baru yang diterapkan di UU Lalu Lintas yang baru ini harus menjadi perhatian bagi para pengendara. Selain demi keselamatan, tentunya juga untuk menghindari merogoh kocek cukup dalam karena ditilang. Sanksi denda yang dikenakan lumayan besar jika dibandingkan dengan UU yang lama. Selamat berkendara!
Kompas/Agus Susanto
2 comments 11 Januari 2010
Tata cara pindah alamat antar propinsi
atau istilahnya dinas kependudukan dan catatan sipil adalah KETENTUAN PINDAH-DATANG PENDUDUK WNI .
Bagi fren yang belum tahu tata caranya pindah alamat antar propinsi, aku bagikan pengalamanku saat mengurus kepindahan orang tua ku (bapak dan ibu). Berhubung keduanya udah lanjut usia sekalian KK orang tua aku jadikan satu dengan KK aku,kebetulan aku tinggal di Banten dan orang tuaku tinggal di Jatim (Sby). Mungkin untuk pindah alamat yg dekat tidak jadi soal namun untuk pindah alamat yg jauh (antar propinsi) akan menjadi masalah jika ada data-data yg tertinggal walaupun itu hal yg sepele akan memakan biaya yg tak sedikit.
Okelah lanjutkan!
serta merujuk dengan ketentuan undang-undang dibawah ini
Pendaftaran pindah-datang penduduk WNI
1. Sesuai pasal 15 UU Nomor 23 Tahun 2006, bahwa penduduk WNI yang pindah dalam wilayah NKRI wajib melapor kepada instansi pelaksana (perangkat pemerintah Kabupaten / Kota yang bertanggung jawab dan berwenang melaksanakan pelayanan dalam urusan administrasi kependudukan) didaerah asal yang dalam hal ini adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, untuk mendapatkan Surat Keterangan Pindah (SKP).
2. Selanjutnya penduduk WNI wajib melapor kepada instansi pelaksana ditempat tinggal tujuan dengan membawa SKP, untuk mendapatkan Surat Keterangan Pindah-Datang (SKPD).
3. SKP/SKPD digunakan sebagai dasar perubahan atau penerbitan KK dan KTP bagi penduduk yang bersangkutan.
4. Sesuai Pasal 59, penandatanganan SKP/SKPD bagi penduduk WNI sebagai berikut:
a. Untuk pindah-datang dalam satu desa/kelurahan atau antar desa / kelurahan dalam satu kecamatan ditandatangani oleh Kepala Desa atas nama Kepala Instansi Pelaksana (Kepala Dinas Kendudukan dan Pencatatan Sipil)
b. Untuk pindah-datang antar kecamatan ditandatangani oleh Camat atas nama Kepala Instansi Pelaksana (Kepala Dinas Kendudukan dan Pencatatan Sipil).
c. Untuk pindah-datang antar Kabupaten / Kota dan antar Provinsi ditandatangani oleh Kepala Instansi Pelaksana (Kepala Dinas Kendudukan dan Pencatatan Sipil).
Karena fokus kita pada point 4c maka langkah-langkahnya:
A . kita ke RT dan RW tempat tinggal kita mau ngurus Surat Pindah (SP) dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK)
B. surat dari RT / RW tsb dilanjut langsung dibawa keKelurahan dan kecamatan, yang mana surat (SP) tadi akan diganti oleh kelurahan/kecamatan dan akan terbit Surat Keterangan Pindah (SKP). Dan KTP juga KK akan diambil oleh kelurahan / kecamatan tsb (sbg data arsip / dimusnahkan!) .
C. SKP tersebut ada 2 lembar yang mana lembar pertama aku lanjutkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil alamat yg lama selanjutnya oleh kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil akan diganti dengan selembar surat yg berstempel dan ber ttd Surat Pengantar keterangan Pindah yang ditujukan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil alamat yg baru.Dan lembaran SKP kedua sebagai tembusan untuk kelurahan/kecamatan alamat yg baru
D. disamping ngurus SKP tsb kita juga harus mengurus kelakuan baik mulai dari koramil sampai kepolisian sehingga berwujud selembar surat kelakuan baik untuk bapak dan selembar untuk ibu
E. maka jadilah kita pindah dengan berbekal berkas2
- SKP yg berstempel dan ber ttd kepala kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ,
- SKP tembusan yg berstempel dan ber ttd kepala kelurahan/kecamatan
- dua lembar surat Kelakuan baik (bapak dan ibu)ku,
F.ditempat alamat yg baru seperti biasa
- aku lapor ke RT/RW dan mendaftar / memasukkan data kedua orang tuaku kedalam Kartu Keluarga (KK) ku sekalian ganti KK baru dan membuatkan KTP orang tua.
- Melapor ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
- Melapor ke kantor kelurahan/kecamatan dan proses pembuatan KK dan KTP
G. begitulah prosesnya. Semoga bermanfaat ya fren2…….
Add comment 3 Januari 2010
Sel Bahan Bakar, Solusi Energi Masa Depan
Sejak ditemukan oleh ilmuwan berkebangsaan Jerman, Christian Friedrich Schönbein pada tahun 1838, sel bahan bakar telah berkembang dan menjadi salah satu sumber energi alternatif. Para ahli kimia dari General Electric mengembangkan sel bahan bakar sebagai pembangkit listrik yang dimulai pada tahun 1955. Pada tahun 1958, sel bahan bakar untuk pembangkit listrik secara komersial dikembangkan pertama kalinya. Pengembangan terus berlanjut hingga pada tahun 2009 ini diprediksikan akan dapat menghasilkan keluaran listrik hingga 400 KW.
Sel bahan bakar adalah alat yang menghasilkan energi listrik secara elektrokimia. Seperti halnya sel elektrokimia, sel bahan bakar memiliki anoda dan katoda. Pada anoda terdapat bahan bakar gas hidrogen. Sedangkan pada katoda terdapat gas oksigen yang digunakan sebagai oksidator. Hidrogen yang berasal dari anoda diubah menjadi ion hidrogen dan elektron. Pada katoda, oksigen direduksi dengan adanya elektron. Perbedaan potensial yang terjadi pada anoda dan katoda inilah yang menghasilkan arus listrik.
Sel bahan bakar telah menjadi salah satu fokus penelitian di negara- negara industri dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki. Dengan meningkatnya isu pemanasan global oleh gas rumah kaca, sel bahan bakar menawarkan energi ramah lingkungan yang tidak mengemisi gas CO2 sebagai penyumbang utama efek rumah kaca. Efesiensi sel bahan bakar secara teoritis dapat mencapai 100% adalah salah satu kelebihan yang tidak dapat dimiliki oleh pembangkit listrik dengan bahan bakar gas, minyak bumi dan batu bara yang menggunakan prinsip mesin Carnot. Dan yang paling terpenting adalah sumber bahan bakar yang melimpah, yaitu hidrogen. Dengan luas lautan mencapai dua pertiga permukaan bumi, air adalah salah satu sumber hidrogen yang tak terbatas.
Superioritas dari sel bahan bakar juga harus dibayar mahal dengan perlunya penelitian intensif guna mencapai pembangkit listrik yang murah, ramah lingkungan dan dapat diperbaharui. Pada tahun 2005, Amerika Serikat menganggarkan US$3,7 milliar untuk riset dan pengembangan sel bahan bakar dan hidrogen. Sel bahan bakar ini memerlukan material elektrokatalis sebagai anoda dan katoda yang dapat mengkatalisa reaksi oksidasi hidrogen dan reduksi oksigen. Saat ini, elektrokatalis yang superior adalah platina, logam yang sangat mahal dan langka jumlahnya sehingga banyak penelitian ditujukan untuk mencari material lain selain logam platina. Sumber hidrogen yang berasal dari air juga merupakan masalah yang saat ini dihadapi. Mahalnya proses elektrokatalisa air untuk mendapatkan hidrogen juga merupakan kendala pemasaran sel bahan bakar saat ini, sehingga belum dapat bersaing dengan bahan bakar minyak bumi.
Berkurangnya sumber daya minyak bumi dan tuntutan untuk mengurangi gas rumah kaca menjadikan sel bahan bakar ini suatu solusi guna mencegah krisis energi dan lingkungan. Dengan berkembangnya hasil penelitian, harga energi sel bahan bakar ini akan bisa ditekan dan akan menjadi salah satu sumber energi alternatif utama dimasa yang akan datang.
sumber www.chem-is-try.org
1 comment 27 Desember 2009
Pasir, Energi Alternatif Masa Depan
ENERGI merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat karena hampir semua aktivitas manusia selalu membutuhkan energi. Misalnya untuk penerangan, proses industri atau untuk menggerakkan peralatan rumah tangga diperlukan energi listrik; untuk menggerakkan kendaraan baik roda dua maupun empat diperlukan bensin, serta masih banyak peralatan di sekitar kehidupan manusia yang memerlukan energi.
SEBAGIAN besar energi yang digunakan di Indonesia berasal dari energi fosil yang berbentuk minyak bumi dan gas bumi. Energi juga dapat diperoleh dari turbin yang digerakkan oleh air dan menghasilkan energi listrik.
Saat ini sudah banyak diketahui potensi alam dalam menyediakan energi alternatif pengganti energi dari fosil, antara lain energi dari reaktor nuklir, energi dari tenaga angin atau energi dari sinar matahari, dan lain sebagainya.
Mengapa saat ini perlu dipikirkan energi alternatif untuk masa depan? Persoalan ini dimulai dari persediaan energi dari fosil sangat terbatas dan diperkirakan akan habis dalam kurun beberapa tahun mendatang.
Dengan demikian, banyak negara, terutama yang tidak memiliki persediaan energi fosil dan sangat tergantung dengan negara-negara pengekspor minyak dan gas bumi, sudah mulai mempersiapkan diri untuk mencari energi alternatif serta melakukan program-program nasional untuk menghemat penggunaan energi.
Kedua kegiatan ini dilakukan secara paralel, keterlibatan pihak pemerintah sangat besar dalam pelaksanaan program tersebut, terutama dalam melakukan sosialisasi hasil penelitian dan pengembangan di bidang energi.
Pada pertemuan tahunan para ahli silisium bulan Mei 2000 di Tromse, Norwegia, seperti yang diberitakan majalah Stren tanggal 9 November 2000, diperoleh ide untuk memanfaatkan pasir sebagai sumber energi alternatif masa depan yang diungkapkan oleh Prof Nobert Auner dari Universitas Frankfurt, Jerman.
Ide ini diperolehnya setelah dia mendengarkan presentasi Gudrun Tamme dari PT Wacker, Berghausen, Jerman, tentang “Silisium dan Tembaga Dioksida dalam Produksi Silikon merupakan Campuran yang Berbahaya?”.
Tema ini diangkat berdasarkan pengalaman PT Wacker pada tahun 1998 yang memproduksi silan (produk antara dalam proses produksi silikon).
Silo tempat penyimpanan silisium dan tembaga dioksida menunjukkan kenaikan temperatur yang sangat tinggi, dari suhu ruang menjadi 200 derajat Celsius dan bahan campuran dalam silo tersebut menjadi sangat keras.
Selanjutnya silo tersebut dikurangi isinya hingga separuh, dengan harapan suhu akan turun. Akan tetapi, suhu dalam silo masih tetap tinggi, bahkan suhu di tengah silo menunjukkan angka 400 derajat Celsius.
Para pekerja berupaya menurunkan suhu silo dengan cara menyiramkan air pada bagian luar silo, karena sangat berbahaya apabila air bereaksi dengan silisium maka akan terjadi reaksi panas yang luar biasa, bahkan bisa menimbulkan ledakan pada silo.
Usaha ini belum berhasil, kemudian ditempuh upaya dengan mengalirkan gas nitrogen dan selanjutnya gas argon untuk menurunkan suhu silo. Usaha yang ditempuh terakhir ini menunjukkan hasil positif, suhu silo kembali normal.
Pada saat dilakukan penyaluran gas argon ke dalam silo, diketahui adanya “lava” dalam bahan campuran di dalam silo tersebut.
Lava ini yang memberikan ide bagi Prof Nobert Auner untuk memanfaatkan pasir yang memiliki penyusun utamanya silisium dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif masa depan.
Kondisi tersebut merupakan ide dasar untuk menggunakan pasir sebagai bahan bakar. Berdasarkan kondisi yang terjadi di PT Wacker tersebut dan hasil penelitian di Universitas Frankfurt, maka ada beberapa kemungkinan dalam pemanfaatan pasir tersebut.
1. Pasir terdapat di banyak tempat, baik dalam bentuk batuan atau pasir seperti yang terdapat di gurun pasir. Pasir sebagian besar tersusun oleh silisiumdioksida, sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku produksi silisium.
Dalam proses pengolahan silisiumdioksida menjadi silisium atau bahan metal yang berwarna abu-abu dapat digunakan energi yang ramah lingkungan dan disediakan oleh alam, yaitu energi angin atau tenaga dari sinar matahari.
Silisium merupakan bahan tidak beracun serta memiliki kandungan energi seperti karbon, yang merupakan inti energi fosil.
Energi dalam silisium tersimpan dengan aman karena adanya ikatan kimia, serta dapat dipindahkan ke tempat yang lain dengan aman. Sebagai bahan pembanding pada tabel I ditampilkan besarnya energi yang dihasilkan oleh beberapa sumber energi alternatif. Lihat Tabel 1.
2. Silisium murni merupakan bahan baku industri yang bernilai miliaran dollar, karena silisium merupakan bahan baku untuk memproduksi chip komputer dan silikon.
Dari silikon masih dapat diproduksi beberapa macam barang lanjutan seperti bahan pembuatan cat, payudara buatan, bahan kosmetik, contact-lens, keramik, dan ban mobil.
Saat dilakukan proses produksi silisium menjadi silikon diperoleh produk samping cair, Tetramethylsilan (TMS) yang memiliki energi bakar sebesar bensin dari minyak bumi. Apabila TMS ini dibakar, maka akan dihasilkan energi serta gas CO2 yang lebih sedikit dibandingkan bensin serta pasir bersih.
Dengan demikian, TMS ini bisa digunakan sebagai bahan bakar alternatif masa depan, walaupun perlu diperhatikan pasir yang dihasilkan selama proses pembakaran.
3. Reaktor silisium merupakan reaktor yang ramah lingkungan, karena dalam proses pembakaran untuk menghasilkan energi, reaktor ini menggunakan gas O2 dan N2 yang banyak tersedia di udara bebas.
Panas yang dihasilkan dari proses pembakaran dapat digunakan untuk menjalankan turbin yang dapat menghasilkan energi listrik.
Selain dihasilkan energi panas, dalam proses pembakaran juga dihasilkan pasir dan silisium nitrit, yang dapat digunakan untuk memproduksi keramik atau gelas. Selain itu, silisium nitrit bisa digunakan sebagai bahan pelapis yang tahan goresan, kelembaban udara, api, dan asam.
Di samping itu juga dihasilkan gas yang mempunyai komposisi 80 persen gas N2, CO2, dan O2 yang mirip dengan komposisi gas di udara bebas sehingga tidak banyak menimbulkan masalah polusi.
Adapun dari silisium nitrit sendiri dapat dihasilkan gas NH3 atau amoniak, yang juga dapat digunakan sebagai bahan bakar penggerak motor atau mobil di masa yang akan datang. Di samping itu amoniak juga bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk urea atau pupuk nitrogen.
Apabila hal ini bisa dilaksanakan, maka akan dapat dilakukan perbaikan proses untuk menghasilkan pupuk urea, yaitu dengan tidak digunakannya lagi proses klasik Haber-Bosch yang membutuhkan temperatur dan tekanan yang tinggi serta memerlukan biaya proses yang mahal.
Selain itu, gas CO2, yang dikeluarkan selama proses dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan methan, bahan bakar pengganti bensin. Pembakaran gas methan juga akan menghasilkan gas CO2 lagi, tetapi menurut Daniel Herbst dari Universitas Karlsruhe, Jerman, dapat pula dihasilkan cairan bahan bakar yang bebas CO2 melalui proses bioteknologi atau elektrolisa.
Pengetahuan awal tentang penggunaan pasir sebagai bahan bakar alternatif di masa mendatang masih perlu dikembangkan lebih lanjut. Tetapi terobosan ilmiah ini perlu mendapat perhatian dari semua pihak baik pemerintah, perusahaan, dan lembaga penelitian atau perguruan tinggi yang memberikan prioritas dalam pengembangan energi masa depan.
Di Indonesia yang selama ini dimanja dengan berbagai fasilitas kekayaan alamnya, masih sangat rendah perhatiannya terhadap penggunaan energi secara efektif.
Hal ini sangat perlu diubah untuk mengantisipasi era globalisasi yang semakin dekat, karena isu penggunaan energi atau manajemen energi maupun manajemen lingkungan hidup akan menjadi isu penting dari produk-produk perdagangan dunia.
Dengan diberlakukannya ISO 14000 tentang manajemen lingkungan serta ISO 14040 mengenai Life Cycle Assessment (LCA) semakin menyadarkan kita bahwa pengelolaan lingkungan hidup, kekayaan alam, serta manajemen energi pasti akan menjadi salah satu isu penting di dunia perdagangan internasional.
MENGUTIP Christ Lewis, Prof Wasrin Syafii mengatakan bahwa gas alam, minyak bumi, dan batu bara diperkirakan akan habis berturut-turut pada tahun 2047, 2080, dan 2180. Sumber daya energi nuklir bahkan diperkirakan akan sudah habis pada tahun 2017.
Oleh karena mengantisipasi segera akan habisnya sumber- sumber daya energi fosil dan nuklir itu, negara-negara maju giat melakukan litbang (penelitian dan pengembangan) untuk menemukan dan memanfaatkan sumber-sumber daya energi alternatif.
Pasir, seperti diceritakan Dr Wahyu Supartono, merupakan salah satu sumber energi alternatif. Biomassa yang dikedepankan Prof Wasrin Syafii juga merupakan sumber energi alternatif, dan bahkan lebih baik sebab sumber daya energi ini terbarukan.
Selama bertahun-tahun sejak masa Orde Baru sampai Orde Reformasi, pasir laut kita ditambang secara besar-besaran dengan kapal-kapal keruk. Penambangnya ada yang mengantongi izin resmi, ada juga secara liar mencuri pasir laut itu.
Pasir itu dijual ke Singapura dan dipakai negara jiran itu untuk mereklamasi pantainya sehingga negara pulau itu bertambah areanya. Jadi, pasir laut itu hanya dinilai sebagai tanah uruk (land-fill), dan karena dibeli secara borongan dengan partai besar, harganya sangat murah.
Entah sudah berapa ratus ribu ton pasir laut kita diobral ke Singapura. Laut di sana menjadi keruh sehingga ikannya menyingkir dan tak lagi dapat ditangkap oleh nelayan tradisional di Kepulauan Riau.
Dr Wahyu Supartono menerangkan bahwa pasir itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Konstituen utamanya, yakni silisium, juga dapat diolah menjadi silikon, salah satu bahan semikonduktor yang dipakai untuk memproduksi peranti-peranti elektronik (electronic devices).
MOSFET (metal-oxyde semiconductor field-effect transistor) sudah lama dikenal sebagai peranti yang dapat difungsikan sebagai gerbang elektronik. Puluhan bahkan ratusan ribu peranti semacam itu dapat dirangkun ke dalam satu cebis tunggal.
Istilah teknisnya VLSI (very large scale integration) atau perangkunan berskala amat besar. Walaupun sudah tertinggal sangat jauh, putra-putri bangsa kita juga melakukan penelitian di bidang ini.
Dr Tatty Menko di ITB, misalnya, sedang menggarap “cetakan” untuk merangkai peranti-peranti semikonduktor itu menjadi cebis renik (microchip) dengan perangkunan berskala besar (LSI/large scale integration).
Prof Mohamad Barmawi, juga dari ITB, meneliti kemungkinan penggunaan silikon nitrida yang dibuat dengan teknik pendadahan (doping) khusus untuk membuat diode pancar cahaya (LED/light-emitting diode) dengan efisiensi konversi ke cahaya yang tinggi, dan dengan spektrum yang mendekati cahaya alam di siang hari.
Potensi yang terkandung dalam pasir laut ini sama sekali tidak diperhitungkan sehingga juga tidak dikertaaji (not monetized). Singapura memang memakai pasir laut yang diimpor dari Indonesia sebagai tanah uruk. Tetapi pada ketepatan waktunya kelak, kalau perlu negara pulau kecil yang ipteknya berkembang dengan pesat itu dapat saja menambang pasir lagi dari pantainya, lalu mengekstraksi silikonnya.
Sumber energi nuklir
Selain mengandung silikon, konon pasir laut yang dijual murah ke Singapura itu juga mengandung torium. Dr Anggraito Pramudito APU, dari PPNY-BATAN mengatakan hal itu kepada saya.
Waktu itu kami sedang mengikuti suatu konferensi internasional. Anggraito menyesalkan pengobralan pasir laut itu, sambil memberi saya makalah yang telah ditulisnya, tentang penguat energi (energy amplifier). Barangkali karena penguat energi itu merupakan bagian dari teknologi nuklir untuk membangkitkan energi elektrik, maka ia lalu menyinggung kandungan torium dalam pasir laut Riau.
Torium (Th-232) ialah bahan-bakar subur (fertile) karena dapat membiakkan bahan-bakar terbelahkan (fissile). Torium ialah unsur nomor 90 dalam Tabel Periodik. Di dalam inti atomnya terdapat 90 proton.
Dalam uranium alam, kadar uranium 233 (U-233) teramat sangat rendah, tetapi U-233 yang terbelahkan ini dapat diperoleh dari Th-232. Dengan menangkap neutron, Th-232 menjadi terteral (excited) dan memancarkan sebagian energinya berupa sinar gamma.
Oleh karena setelah tangkapan menyinar (radiative capture) ini Th-233 yang terbentuk dari Th-232 plus neutron itu belum mantap juga, maka ia meluruh (decays) dua kali berturut-turut dengan melepaskan zarah beta (elektron).
Karena di dalam inti atom tidak ada elektron, maka zarah beta itu pastilah tercipta ketika neutron di dalam inti berubah menjadi proton. Karena emisi zarah beta itu dua kali, maka inti torium itu memperoleh tambahan dua proton.
Nomor atom (jumlah proton di dalam inti)-nya bertambah dua, menjadi 90 + 2 = 92. Unsur nomor 92 ialah uranium. Jadi telah diperoleh U-233, dan U-233 sama baiknya dengan U-235 atau Pu-239 (plutonium), baik sebagai bahan bakar yang dipakai dalam PLTN untuk mebangkitkan energi elektrik maupun untuk membuat senjata nuklir!
Jadi, Singapura berpotensi untuk memperoleh keuntungan lebih besar lagi dari impor pasir lautnya dari Indonesia. India telah maju dalam perencanaan pemanfaatan torium sebagai bahan bakar subur.
Ramalan Bill Clinton
Prof Wasrin Syafii menyebutkan tahun 2017 sebagai saat tamatnya riwayat energi nuklir, dengan catatan “kecuali kalau nuclear breeder atau nuclear fusion bisa dikembangkan.
Sebenarnya reaktor pembiak (breeder reactor) sudah ada. Perancis konon telah mengoperasikan LMFBR (liquid metal fast breeder reactor) atau reaktor pembiak cepat (berpendingin) logam cair.
Yang dibiakkan adalah Pu- 239 dan bahan subur yang dipakai untuk membiakkannya adalah U-238. Reaktornya disebut reaktor cepat sebab neutron yang mengimbaskan pembelahan inti adalah neutron cepat, dengan energi lebih dari 1 MeV (mega-elektron-volt). Logam cair yang dipakai sebagai zat pendingin ialah lelehan natrium.
Fusi nuklir secara terkendali masih terus dalam tahap penelitian dan pengembangan. Ketika masih menjadi Presiden, pada tahun 1998, Bill Clinton memprediksikan bahwa di tahun 2048 dunia akan melihat beroperasinya secara komersial PLT-fusi nuklir, bersamaan dengan terberantasnya secara tuntas AIDS (sindrom penurunan kekebalan tularan).
Kalau ramalan itu jitu, dunia dapat menghentikan pemakaian bahan bakar fosil yang masih tersisa sebab gas buangannya mencemari lingkungan dan dapat menyebabkan hujan asam dan pemanasan global.
Kimia dan nuklir hidrogen
Pada dasarnya, PLT-fusi nuklir memperoleh energi dari perpaduan 4 proton (= inti hidrogen) menjadi inti helium. Yang lebih prospektif untuk direalisasikan lebih dulu ialah fusi antara deuteron dan triton yang membentuk helium plus neutron.
Deuteron dan triton itu keduanya ialah inti isotop-isotop hidrogen. Jadi, dalam PLT-fusi nuklir sumber energinya ialah (inti) hidrogen.
Sementara menanti kehadiran energi nuklir hidrogen itu, barangkali kita akan memakai energi hidrogen juga, tetapi hanya energi kimianya. Litbang sel bahan-bakar (fuel cells) sekarang menunjukkan kemajuan besar.
Setelah energi kimia atom hidrogen dalam senyawa hidrokarbon disadap dalam sel bahan bakar, kemajuan berikutnya ialah penggunaan secara langsung H2 sebagai sumber energi kimia dalam sel bahan bakar.
Yang jangan dilupakan ialah energi nuklir hidrogen dari alam, dari reaksi termonuklir yang terjadi di Matahari. Sumber daya energi yang sangat besar dan ramah lingkungan ini juga harus ditangkap.
Bukan hanya dengan cara “berkebun” seperti disarankan Prof Wasrin Syafii, tetapi juga dengan teknologi tinggi. Efisiensi sel surya harus ditingkatkan. Perakitannya dalam skala besar juga harus terus digarap, seperti dalam litbang satelit daya surya (SPS/solar power satellite) di Jepang.
(Oleh Wahyu Suparton , Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian UGM Yogyakarta) dan
sumber www.chem-is-try.org
Add comment 27 Desember 2009
gas buang
PENGOPERASIAN PERALATAN GAS BUANG
I. Pendahuluan
Pada sistem PLTU terdapat sistem yang memanfaatkan dan mengatur aliran sistem gas buang (flue gas). Gas buang adalah gas sisa hasil pembakaran. Gas buang masih memiliki potensi yang dapat dimanfaatkan kembali yaitu temperaturnya. Gas buang memiliki temperatur yang masih tinggi sekitar + 380o C sehingga dapat digunakan sebagai pemanas udara (air heater) dan pemanas air pengisi di economizer. Sistem gas buang adalah sistem yang mengatur temperatur gas buang dengan pemanfaatannya di economizer dan air heater, mengatur tekanan ruang bakar sesuai dengan desainnya (-12 mmWg), mengatur temperatur ideal yang keluar dari air heater (+ 120o C), serta memonitor emisi gas buang.
Dengan memanfaatkan gas buang sebagai pemanas di air heater dan economizer berarti menambah efisiensi boiler dan unit secara keseluruhan karena mengurangi penggunaan bahan bakar untuk pemanas di air heater dan economizer.
Gas buang mengandung gas atau senyawa kimia yang bersifat menggangu lingkungan dan abu atau debu. Untuk mengurangi pencemaran terhadap lingkungan sekitar nya, maka stack (cerobong) dibuat dengan ketinggian tertentu. Gas yang terkandung dalam gas buang antara lain adalah karbon dioksida, asam nitrogen dioksida, dan asam sulfat. Selain itu juga dilengkapi dengan electrostatic precipitator untuk menangkap abu dalam gas buang.
Gas buang yang dihasilkan dari pembakaran di area boiler akan mengalir ke area reheater dan primary superheater, kemudian menuju economizer, baru kemudian air heater, setelah itu abunya dibawa ke Electrostatic Precipitator (EP) kemudian menuju stack oleh Induced Draft Fan (IDF). Gas buang memiliki dua sisi damper yang dinamakan gas biasing damper, yang pertama adalah gas biasing damper sisi reheat dan yang kedua adalah gas biasing damper sisi superheat.
II. Komponen-Komponen Utama Sistem Gas Buang
a. Economizer
Economizer berfungsi untuk memanaskan air pengisi boiler sebelum masuk ke steam drum dengan memanfaatkan temperatur gas buang yang masih tinggi sehingga meningkatkan efisiensi unit. Economizer terdiri dari pipa-pipa kecil yang disusun berlapis-lapis. Di bagian dalam pipa mengalir air pengisi dan dibagian luar pipa mengalir gas buang. Karena temperatur gas buang lebih tinggi dari temperatur air pengisi maka gas buang memindahkan panas kepada air pengisi sehingga temperatur air pengisi menjadi naik.
b. Air Heater
Adalah pemanas udara yang memanfaatkan temperatur gas buang yang masih tinggi sebagai pemanasnya. Mekanisme perpindahan panas di air heater terjadi secara konveksi. Air heater terpasang dari jenis elemen-elemen plat yang berfungsi mengambil panas dari gas buang dan kemudian ditransfer ke udara pembakaran (secondary air) maupun udara pembawa batubara (primary air). Dengan memanfaatkan gas buang sebagai media pemanas di air heater juga meningkatkan efisiensi unit secara keseluruhan.
c. Gas Biasing Damper
Adalah damper yang berfungsi sebagai pengatur aliran gas buang disisi reheat (FCV-1A) dan superheat (FCV-1B). Masing-masing sisi gas buang memiliki 4 buah damper, disisi reheat yaitu FCV-1A1 s/d FCV-1A4, sedangkan disisi superheat yaitu FCV-1B1 s/d FCV-1B4. Parameter acuan dari sistem pengaturan gas biasing damper adalah temperatur, apabila temperatur rendah maka aliran akan semakin diperbesar dengan cara memperbesar demand damper. Umumnya pada saat beban maksimum (600MW) damper gas buang sisi superheat akan membuka 100% dan sisi reheat hanya membuka sekitar 30-40%, hal ini dikarenakan pada saat beban maksimal dibutuhkan temperatur main steam yang lebih tinggi dibandingkan temperatur reheat, sehingga aliran gas buang akan dimaksimalkan ke area superheat. Sedangkan apabila beban rendah (dibawah 400-425MW) damper gas buang sisi reheat yang akan membuka 100% dan sisi superheat hanya 30-40%, hal ini dikarenakan pada saat beban rendah temperatur yang dimaksmalkan adalah temperatur reheat, sedangkan temperatur main steam tidak dibutuhkan terlalu tinggi.
a. Prinsip Kerja Gas Biasing Damper
Untuk mencegah terjadinya penahanan aliran yang banyak proses, open/close flue gas biasing damper diatur sedemikian rupa dimana salah satu damper akan full open sebelum damper lainnya menuju close. Untuk mencegah kecepatan aliran yang tinggi di reheater dan superheater, damper mempunyai posisi minimum yang ditentukan sebagai fungsi dari “air flow”. Pengaturan damper adalah fungsi dari beban unit (Total Air Flow). Pada beban rendah, Flue Gas dialirkan ke RH untuk membatasi perbedaan temperatur antara main steam (MS) dan Reheat Steam (RHS). Jumlah flue gas yang mengalir melalui RH tube menjadi lebiih banyak, sedangkan pada beban tinggi Flue Gas dialirkan ke daerah superheater untuk mengurangi panas RH.
Pada kondisi beban di bawah 20%, Flue Gas Biasing Damper dikontrol oleh Low Load Deadband Control yang mengatur pendistribusian Flue Gas sehingga RH & SH outlet temperature pada nilai yang sama untuk mengurangi thermal stress. Low Load damper direlease apabila:
Main Damper control tidak sedang operasi
No Spray valve open
Damper station dalam posisi automatic
Pada beban diatas 20%, Flue Gas biasing damper dikontrol oleh reheat temperature gas biasing damper control yang merupakan main kontrol. Pada operasi normal, Controller menggunakan reheat temperature set point. Reheat Steam Temperature Feedback, Feed Forward Signal dan Limit Program (bukaan minimum untuk membatasi kecepatan Flue Gas) untuk mengatur gas biasing damper.
RH temperature Controller mempertahankan RH steam temperature pada set point dengan mengatur flue gas biasing damper dan dengan mengatur reheat attemperator spray control valve. RH attemperator spray valve hanya membuka apabila flue gas biasing damper sudah tidak sanggup lagi mengatur temperature RH pada setpoint-nya. Hal yang bisa diatur oleh operator yaitu:
Target Set Point
Set Point Ramp Rate
Hold/Release setpoint rate
Ketepatan dan stabilitas RH steam temperature sangat penting untuk menghindari beberapa hal yaitu :
Temperatur metal boiler tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan pada boiler reheat tube.
Fluktuasi Reheat Steam Temperatur yang dapat mencapai tegangan lelah (Fatigue Stress) pada turbin.
Masuknya uap basah (Saturated Steam) ke turbin yang dapat merusak sudu turbin.
b. Koordinasi Antara Flue Gas Damper dan RH Attemperator
Karena reaksi perubahan temperatur RH lambat, maka RH steam dilengkapi dengan RH Attemperator. RH steam spray controller setpoint didasarkan pada operator adjustable setpoint ditambah setpoint bias yang merupakan fungsi dari flue gas biasing damper demand. Bias bertujuan untuk tetap menjaga spray valve tetap menutup selama gas biasing damper masih efektif untuk mengontrol temperatur RH Steam. Begitu Flue Gas biasing damper tidak bisa mengontrol RH temperature, maka RH Spray Attemperator akan membuka dan jika Flue Gas biasing damper kembali dapat mengontrol RH steam temperatur makan spray valve akan menutup.
d. Gas Guillotine Damper
Peralatan ini berfungsi untuk mengisolasi peralatan Eletrostatic Precipitator (EP) dan IDF apabila peralatan tersebut Out of Service. Setiap Guillotine damper dilengkapi dengan seal air blower (SAB) dan selenoid damper. Seal air blower ini berfungsi sebagai perapat menghindari rembesan udara panas ke peralatan yang diisolasi. Guillotine damper terbuat dari plat dan gerakan buka tutup oleh dua buah worm gear screw jack. Screw jack digerakkan oleh motor 380V 3phase. Antara screw jack dan motor dipasang sebuah torque limiter coupling untuk mencegah kerusakan damper/motor overload apabila terjadi gangguan pada duck atau limit switch.
Guillotine Damper beserta solenoid valve dan seal blowernya dipasang pada :
- Electrostatic Precipitator Inlet
ü Guillotine Damper = DMP-6A, 6B, 7A, dan 7B
ü Solenoid Valve = SHV-6A, 6B, 7A dan 7B
ü Seal Blower = 1A, 1B, 2A dan 2B
- Electrostatic Precipitator Outlet
ü Guillotine Damper = DMP-8A, 8B, 9A, dan 9B
ü Solenoid Valve = SHV-9A, 9B, 10A dan 10B
ü Seal Blower = 3A, 3B, 4A dan 4B
- IDF Outlet
ü Guillotine Damper = DMP-11A dan DMP-11B
ü Solenoid Valve = SHV-13A dan SHV-13B
ü Seal Blower = 5A dan 5B
EP isolating damper bersifat normally open dan dapat ditutup oleh operator secara manual dari DCIS, Seal blower beroperasi berdasarkan posisi damper. Bila isolation damper full close maka selenoid outlet damper akan buka, begitu juga sebaliknya. IDF outlet damper akan open bila Fan beroperasi dan Close jika Fan mati.
e. Induced Draft Fan
Induced Draft Fan (IDF) berfungsi sebagai pengatur tekanan di furnace (ruang bakar) agar tetap minus. IDF berkapasitas 2×50% MCR, IDF merupakan double inlet Sentrifugal fan dengan penggerak motor listrik. Selain itu fungsi IDF adalah memindahkan gas pembakaran (gas buang) dan partikel yang menyertainya ke atmosfir melewati precipitator dan cerobong (stack). Aliran yang melalui fan di kontrol dengan mengatur variable inlet vanes (VIV).
a. Fungsi Induced Draft Fan (IDF)
Mempertahankan Furnace Pressure Negatif (-12 mmWg).
Membuang sisa hasil pembakaran (abu) yang tidak tertangkap Electrostatic Precipitator ke cerobong asap (Stack).
Memberikan kestabilan operasi FDF dan PAF.
b. Bagian Utama IDF
Centrifugal Fan Double Inlet
Motor
Variable Inlet Vanes (VIV)
Inlet dan Outlet Damper
c. Data Teknis IDF
| Data Motor IDF | ||
| Type | TEWAC 136611 | |
| Seri | 3012 AA/ 02 | |
| Daya | 4302 | HP |
| 2050 | KW | |
| Tegangan | 10.5 | KV |
| Arus | 307/ 177 | A |
| Phase | 3 | |
| Frequency | 50 | Hz |
| Speed | 3000 | rpm |
| Service Factor | Continue | |
| Temperatur rise | 80 | 0C |
| Measuring Temp. | RTD | |
d. Batasan IDF
| Batasan High Alarm IDF | |||
| 1 | X/Y Motor Vibration | 0.08 | mm |
| 2 | Motor Winding Temp. | 150 | 0C |
| 3 | Fan Vibration | 0.120 | mm |
| 4 | Motor NDE Bearing Temp. | 85 | 0C |
| 5 | Motor Drive end Bearing Temp. | 85 | 0C |
| 6 | Fan NDE Bearing Temp. | 77 | 0C |
| 7 | Fan Drive end Bearing Temp. | 77 | 0C |
| 8 | Motor Load Current | 177 | A |
| 9 | Power low/ high speed | 2076.8/ 4302 | KW |
e. Prinsip Kerja
IDF akan mempertahankan Furnace Pressure sesuai setpoint-nya dengan mengatur posisi inlet variable damper. Besarnya bukaan inlet damper akan mengontrol flow gas yang melalui fan. Pada saat salah satu fan trip, maka pada fan yang beroperasi, VIV akan membuka penuh untuk mempertahankan Furnace Pressure. Pada saat bersamaan, Boiler akan Runback sesuai dengan kemampuan maksimum IDF (50% load). Tiga buah Pressure transmitter digunakan untuk mengukur Furnace Pressure. Kegagalan pada salah satu transmitter tidak akan menyebabkan kegagalan pada sistem. Deviasi yang besar pada salah satu Pressure Transmitter akan memunculkan Alarm dan harus diselidiki karena dapat berpotensi Furnace Impulsion. IDF dikendalikan secara manual ataupun automatic dari control room, tidak ada fasilitas Start/Stop dari Lokal. Operator dapat men-set Furnace Pressure pada “Furnace Pressure Master Station”. Operator dapat mengatur demand IDF secara manual dan pada posisi auto IDF akan mempertahankan Furnace Pressure sesuai Setpoint. Operator bisa mengatur pergerakan VIV secara manual jika IDF slave station pada manual mode. Apabila IDF slave auto dan IDF master pada posisi manual, maka operator dapat mengontrol VIV secara tandem. IDF Master akan trip ke manual bila terjadi:
Furnace Pressure Signal Irrational.
Kedua Slave Station (Inlet Valve Station) posisi manual.
Jika Master Fuel Trip (MFT) maka inlet fan akan menutup untuk menghindari terjadinya Furnace Impulsion karena pengurangan tiba-tiba boiler flow pembakaran.
IDF akan alarm apabila:
Ada deviasi yang besar oleh salah satu pressure transmitter.
Furnace Pressure High/Low.
Suction Pressure mendekati batas.
IDF akan trip apabila:
IDF motor inboard dan outboard bearing high temperature (Alarm di atas 77 oC dan trip diatas 81 oC).
IDF A&B trip Command.
IDF Vibration High.
CB Protection (Overcurrent, Ground fault, overload).
IDF winding temperatur High-High.
f. Electrostatic Precipitator
g. Stack
f. Electrostatic Precipitator (EP)
Electrostatic Precipitator (EP) adalah peralatan yang berfungsi menangkap abu sisa pembakaran yang berada dalam gas buang yang akan dibuang ke atmosfir melalui stack, sehinga gas buang yang akan dibuang tidak mengandung partikel-partikel abu yang dapat mencemari lingkungan. Prinsip kerja Electrostatic Precipitator (EP) adalah partikel-partikel abu dari boiler yang belum bermuatan, akan diberi muatan – (negatif) oleh Electroda dan selanjutnya dengan teori Electric magnet akan ditangkap oleh Collecting Plate. Abu pada Collecting Plate akan jatuh ke Hopper setelah proses rapping.
Komponen-Komponen Electrostatic Precipitator
Transformer Rectifier
Adalah peralatan utama EP yang berfungsi mencatu daya EP sehingga EP bisa bekerja. Tegangan input 380 Volt output 40-70 KV DC.
Collecting Plate
Pelat baja yang dipasang sejajar berfungsi sebagai penangkap abu.
Electroda Wire
Berfungsi sebagai pemberi kontribusi arus yang diberikan kepada abu dari boiler yang belum bermuatan, yang selanjutnya ditangkap oleh Collecting Plate.
Colecting Rapper Motor
Berfungsi untuk memukul/merapping Collecting Plate secara periodik agar abu yang menempel pada Collecting jatuh ke Hopper. Apabila Collecting Plate bersih maka proses penangkapan abu di dalam EP akan lebih baik.
Discharge Rapper Motor
Berfungsi untuk memukul/merapping Electroda Wire secara periodic agar abu yang menempel pada Electroda Wire jatuh ke Hopper. Apabila Electroda Wire bersih maka kontribusi Arus yang diberikan oleh Electroda Wire pada Collecting Plate akan lebih baik.
Control Power
Berfungsi sebagai pengatur/pengendali kerja EP, hingga EP bekerja secara otomatis sesuai dengan fungsinya.
Hopper
Berfungsi sebagai penampung abu yang jatuh dari Collecting Plate dan Electroda setelah proses rapping.
Level Switch EP hopper
Level Switch EP hopper berfungsi untuk memberikan sinyal off pada EP apabila Hopper penuh. Kegagalan kerja Level Switch EP Hopper akan mengakibatkan gangguan Internal pada EP. Perbaikan Internal ini tidak bisa dilaksanakan secara langsung melainkan harus menunggu Shut Down unit.
Vibrator
Vibrator untuk menjatuhkan abu yang menempel pada dinding-dinding hopper sehingga tidak menggantung. Prinsip kerjanya dengan memberikan getaran pada dinding hopper.
Heater EP Hopper
Berfungsi untuk memanaskan abu yang ada pada hopper agar tidak terjadi kelembaban sehingga tidak terjadi block pada Hopper.
g. Stack (Cerobong)
Merupakan alat yang berfungsi sebagai pembuang akhir gas buang yang telah melewati EP. Gas buang dapat keluar melalui Stack karena mendapat hisapan dari IDF. Stack dibuat setinggi > 200 meter agar tidak merusak lingkungan sekitarnya.
Data Teknis Stack Unit 5-7
Jumlah : 3 buah (3 unit)
Tinggi : 275 m
Diameter luar bagian bawah : 25 m
Diameter luar bagian atas : 14 m
Diameter pipa saluran gas buang : 6,5 m
Suhu gas masuk cerobong : ± 140oC
Kecepatan aliran gas : ± 2 m/detik
Material cerobong : Beton dan di bagian dalamnya terdapat 2 pipa saluran gas berdiameter 6,5 m.
III. Prosedur Pengoperasian
1. Start Up Sistem Gas Buang
a. Damper
Open semua damper sistem gas buang, serta periksa :
ü Di CR indikasi open dan gambar damper berwarna merah.
ü Di local yakinkan pressure udara instrument normal (7 kg/cm2), dan isolating udara instrument ke setiap damper open.
b. Air Heater
Jalankan pompa support dan guide bearing, serta periksa:
ü Di CR indikasi start muncul dan gambar pompa berwarna merah, yakinkan bearing temperature < 62.8 oC.
ü Di local tidak ada kelainan suara, yakinkan differensial pressure normal (8 psi untuk support dan 4 kg/cm2 untuk guide).
Jalankan Seal Air Blower, serta periksa :
ü Di CR indikasi start muncul dan gambar blower berwarna merah, seal air blower pressure normal.
ü Di local tidak ada kelainan suara, yakinkan pressure normal (9 psi).
Jalankan elektrik motor, serta periksa :
ü Di CR indikasi start muncul dan gambar motor berwarna merah.
ü Di local yakinkan air heater berputar dan tidak ada kelainan suara.
c. Induced Draft Fan
Persiapan Start / check lokal
ü Yakinkan IDF tidak ada tagging.
ü Check semua mainhole tertutup.
ü Check VIV tertutup rapat.
ü Check system pendingin untuk bearing dan bearing oil level.
ü Check sensor vibrasi dan temperature.
ü Yakinkan fire fighting stand by.
ü Yakinkan valve udara instrument untuk control VIV dan outlet damper posisi terbuka.
ü Check drain chasing dalam keadaan tertutup.
ü Check cover coupling antara motor dan fan tertutup dengan baik.
ü Click IDF yang akan distart.
ü Tekan “I” untuk memeriksa permissive IDF yang akan distart. Indikasi pada DCIS akan berwarna merah apabila permitnya terpenuhi.
Start IDF
1) Periksa permissive IDF yang akan distart, yakinkan semua terpenuhi
2) Start IDF melalui DCIS
ü Tampilkan window IDF
ü Click IDF yang akan distart.
ü Tekan “A”
ü Tekan “ █ ”
ü Sequencenya adalah sebagai berikut:
- Close out damper/hold vane closed.
- Start/hold inlet vane closed.
- Run up/Hold inlet vane closed (Waktu IDF run up 31 detik).
- Open Out damper/Release inlet vane.
Gambar 10. Tampilan Display Start dan Stop IDF di DCIS
3) Monitoring
ü Monitor arus < 177 A.
ü Monitor vibrasi < 0.1 mm.
ü Monitor bearing temperature < 70oC.
Gambar 11. Monitoring Parameter IDF di DCIS
d. Pengaturan Furnace Pressure
ü Tampilkan window IDF.
ü Tekan “A”.
ü Click IDF Inlet Vane station yang distart, open secara manual pembukaan inlet vane, sampai furnace pressure mendekati -12 mmWg, Posisikan “Auto” Inlet Vane Station.
ü Posisikan “Auto” Furnace Pressure Master Station.
Gambar 12. Furnace Pressure Control Station
2. Shutdown Sistem Gas Buang
a) Induced Draft Fan
ü Tampilkan window IDF.
ü Click IDF yang akan distop.
ü Tekan “A”.
ü Tekan “ ” .
ü Stop sequence adalah sebagai berikut:
- a. Hold inlet vane closed.
- b. Stop/Hold inlet Vane closed.
- c. Run Down/Hold Inlet Vane closed (waktu IDF run down 3 detik).
- d. Close Out Damper/Release Inlet Vane.
b) Air Heater
ü Stop elektrik motor, serta periksa :
- a. Di CR indikasi stop muncul dan gambar motor berwarna hijau.
- b. Di local yakinkan air heater stop.
ü Stop pompa support dan guide bearing, serta periksa :
- a. Di CR indikasi stop muncul dan gambar pompa berwarna hijau.
- b. Di local tidak ada kebocoran system minyak pelumas maupun system pendingin minyak pelumas.
ü Stop Seal Air Blower, serta periksa :
- a. Di CR indikasi stop muncul dan gambar blower berwarna hijau.
- b. Di local tidak ada kebocoran system minyak pelumas.
IV. Troubleshooting
Jika salah satu IDF trip maka akan terjadi furnace pressure high akibatnya:
Boiler runback
Reaksi VIV yang tidak trip akan membuka menuju posisi max sesaat untuk mempertahankan furnace pressure normal (-12 mmWg)
Reaksi combustion control pada saat IDF trip akan terjadi hunting sesaat, setelah IDF dan FDF balance dan load runback complete, maka VIV akan normal kembali
Reaksi beban akan turun menjadi sekitar 50% MCR sesuai kemampuan IDF.
Cara mengatasinya adalah memonitor proses runback secara auto, jika proses runback secara auto gagal, ambil alih secara manual untuk menurunkan beban.
Jika salah satu damper gas biasing yang macet pada posisi persentase pembukaan yang lebih besar dari pada set pointnya akibatnya:
Jika yang tertinggal adalah reheater damper maka temperature reheat steam akan meningkat
Jika yang tertinggal adalah superheater damper maka temperature main steam akan meningkat
Cara mengatasinya:
Lakukan langkah untuk mengurangi steam temperature yang meningkat (set point temperature diturunkan, kurangi pembakaran pada level yang tertinggi, kurangi excess air, sootblower pada wall tube).
Check local damper yang mengalami kemacetan, jika perlu damper yang macet diatur dari local dengan berkoordinasi dengan control room.
Jika salah satu air heater trip maka akan terjadi penurunan temperature udara pembakaran akibatnya:
Jika yang trip primary air heater maka temperature primary air akan turun yang akan menurunkan mill outlet temperature, sehingga dapat menimbulkan pyrite yang banyak bahkan bisa terjadi plug pada coal pipe.
Jika yang trip secondary air heater maka temperature secondary air akan turun yang akan menurunkan udara pembakaran.
Cara mengatasinya:
Start secepat mungkin air heater yang trip
Jika main drive tidak bisa start, coba start auxiliary drive (air motor)
Jika auxiliary drive juga gagal, coba retrack sector plate air heater yang trip kemudian coba lagi start main drive
JIka ketiga langkah di atas gagal, turunkan beban sesuai dengan kemampuan air heater yaitu sampai temperature udara pembakaran yang terganggu normal.
Tutup inlet dan outlet flue gas damper air heater yang trip.
Tutup inlet dan outlet sisi udara damper air heater yang trip
Lakukan throttling pada outlet damper flue gas:
ü Jika yang trip primary air heater maka yang dithrotling adalah outlet flue gas damper secondary air heater.
ü Jika yang trip secondary air heater maka yang dithrotling adalah outlet flue gas damper primary air heater.
V. Batasan Operasi
1. IDF Motor Drive inboard bearing X Vibration : High alarm 0,800mm
2. IDF Motor Drive inboard bearing Y Vibration : High alarm 0,800mm
3. Motor winding temperature T1 s/d T6 : High alarm 150 oC
4. Fan Vibration inboard X&Y : High alarm 0,120mm
5. Fan Vibration outboard X&Y : High alarm 0,120mm
6. IDF motor NDE Bearing Temperature : High alarm 85 oC
7. ID Fan NDE Bearing Temperature : High alarm 77 oC
8. Load Current IDF : High alarm 340 Ampere
9. Power IDF Low/High Speed : 2076,8 KW / 4302 KW
- VI. Lampiran Foto
| No. | Foto | Keterangan | Lokasi |
| 1. | FCV-1A (Reheat Control)
Flow Control Valve untuk pengaturan aliran flue gas area reheat. Terdapat 4 buah damper (FCV-1A1 s/d FCV-1A4). |
Tripper Floor, di utara wallblower. | |
| 2. | FCV-1B (Superheat Control)
Flow Control Valve untuk pengaturan aliran flue gas area superheat. Terdapat 4 buah damper (FCV-1B1 s/d FCV-1B4). |
Tripper Floor arah utara. | |
| 3. | ISV-2A & ISV-2B
Inlet isolation damper flue gas menuju SAH. Terdapat 4 damper untuk masing-masing ISV-2A dan ISV-2B. |
Burner Level D di arah utara. | |
| 4. | ISV-1A & ISV-1B
Inlet isolation damper flue gas menuju PAH. |
Burner level D di arah utara. | |
| 5. | ISV-2A & ISV-2B
Damper outlet gas PAH. |
Di dekat SCAH PAH turun tangga kecil, kemudian turun tangga kecil sekali lagi. | |
| 6. | ISV-3A & ISV-3B
Damper outlet gas SAH (Air Heater Outlet Temperature Control). Terdapat 3 buah damper untuk masing-masing ISV-3A dan ISV-3B. |
Boiler di Feeder Floor. Di dekat support bearing oil recirculation SAH. | |
| 7. | Guillotine Damper Flue Gas to EP
Damper yang mengisolasi aliran gas buang dari boiler ke EP. |
Burner Level C. | |
| 8. | Electrostatic Precipitator (EP)
Berfungsi untuk menangkap abu yang terdapat pada gas buang agar aman bagi lingkungan. |
Di utara boiler. | |
| 9. | Induced Draft Fan (IDF)
Fan yang berfungsi untuk menjaga pressure boiler agar tetapi minus dan juga berfungsi mengalirkan gas buang ke stack. |
Dekat Stack. | |
| 10. | Stack
Mengalirkan gas buang ke atmosfir. |
Stack Area. | |
| 11. | Collecting Plate EP
Plat-plat yang berfungsi menangkap abu di EP. |
Di dalam EP. | |
| 12. | Discharge Wire EP
Pemberi kontribusi arus pada abu dari gas buang yang berlum bermuatan. |
Di dalam EP. | |
| 13. | Rapper Collecting Plate
Berfungsi untuk memukul/merapping Collecting Plate secara periodik agar abu yang menempel pada Collecting jatuh ke Hopper. |
Di dalam EP. | |
| 14. | Penggerak Rapper | Di luar EP. | |
| 15. | Rapper Electrode Wire
Berfungsi untuk memukul/merapping Electroda Wire secara periodic agar abu yang menempel pada Electroda Wire jatuh ke Hopper. |
Di dalam EP. | |
| 16. | EP Hopper
Tempat penampungan abu yang telah ditangkap oleh EP. |
Di bawah EP. |
Add comment 27 Desember 2009
Membuat logo (gambar) agar mengecil atau membesar pada file
Membuat logo (gambar) agar mengecil atau membesar pada file
3 comments 28 November 2009
Trio Syihab Satu “Madzhab”
Tiga Shihab bersaudara sejak remaja terpisah dari orangtua.Mereka harus menuntut ilmu agama di Mesir. Kini, ketiganya sukses sebagai tokoh religius moderat.
Usia masih belum genap akil balig, buta akan rintangan yang akan dihadapi menuju masa depan.Walaupun begitu,seorang bocah kecil berusia sepuluh tahun harus pergi mengarungi lautan luas guna menunaikan pilihan yang telah ”ditakdirkan” orangtua.
Tidak bisa membantah dan memang tidak mau membantah, hanya keyakinan yang telah ditanamkan bahwa kesuksesan pasti diraih dengan kerja keras dan kepatuhan. Ketiadaanpilihankembalidialaminya pada usia 13 tahun, ketika harus mengarungi samudera melintasi benua menuju Mesir.
Itulah yang dirasakan mantan Menteri Luar Negeri Alwi Abdurrahman Shihab.Pilihan orangtua yang telah ditentukan bagi Alwi kecil memang merupakan ”titah” yang menentukan masa depan gemilang.”Saya tidak ada pilihan.Orangtua menginginkan kita semua belajar agama sehingga harus masuk pesantren.
Konsekuensi berikutnya adalah harus pergi ke Universitas Al-Azhar di Mesir yang dianggap sebagai universitas terbaik.Pada usia 13 tahun tentunya belum bisa memilih, tetapi saya senang,”kisah Alwi kepada SINDO. Hal serupa juga dialami kakaknya, Quraish Shihab.
Quraish yang menjalani masa kecil di salah satu pesantren di Malang,Jawa Timur, juga melanjutkan sekolah tsanawiyahnya di Al-Azhar, Mesir. Ayahnya, Prof Abdurrahman Shihab, meyakini bahwa perguruan Al-Az-har di Mesir merupakan pilihan terbaik untuk menempuh pendidikan agama.
Jutaan sarjana muslim lahir dari universitas yang berdiri pada masa Dinasti Fathimiyah pada 970 M. setelah Quraish dan Alwi,Umar Shihab menyusul kedua kakaknya ke Mesir. Prof Abdurrahman Shihab merupakan seorang guru besar tafsir Alquran dan satu pendiri Universitas Muslimin Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan.
Alwi mengakui,ayahnya mengirim anak-anaknya bukan lantaran bergeli-mang harta.Walaupun sebagai salah satu tokoh pendidikan di Makassar, bukan berarti mampu memberikan bekal harta untuk pendidikan putra-putrinya. Shihab bersaudara hanya mengandalkan beasiswa yang jumlahnya hanya cukup untuk biaya hidup seadanya.
Sehingga untuk menambah uang saku di Mesir, Shihab bersaudara harus bekerja. Alwi misalnya,pada musim panas harus ke Jerman untuk bekerja. Ayahnya juga tidak memberikan bekal uang cukup. Sebagai seorang pendidik, ayahnya selalu membekali nasihat lewat surat yang tiada henti dikirim kepada putra-putranya di negeri nan jauh di sana.
MenurutQuraish, ayahnya selalu menekankan tiga hal, yaitukejujuran, kerjakeras, dan rendah hati.”Ayah pada waktu saya dan Alwi akan berangkat berpesan,’jangan pulang sebelum menyelesaikan gelar doktoral’,” kenang Quraish. Di Mesir,sebagai anak tertua,selain berperan sebagai saudara,Quraish juga berperan sebagai teman dan ayah bagi adik-adiknya.
Itu sebabnya, dia tak segan-segan menegur Alwi jika melakukan sesuatu yang dinilainya salah. Sepertiketika Alwimemilihbekerjapada musim panas ke Jerman.Quraish ragu Alwi bisa menyelesaikan pendidikannya. Dia khawatir pekerjaan akan mengganggu aktivitas pendidikan Alwi.Quraish pun menegur Alwi,tetapi Alwi justru bisa menjawabnya dengan prestasi gemilang.
Dia menjadi salah satu lulusan terbaik Al-Azhar,bahkan mendapat penghargaan langsung dari Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser. Bagi Alwi,bekerjasambilkuliahadalah konsekuensi yang tidak bisa dihindari. Jika hanya berbekal beasiswa,baginya sulit untuk menambah ilmu lewat pendidikan di luar kampus,karena biayanya cukup mahal.
Menurut dia,selain pendidikan formal, dia juga membutuhkan pendidikan lain di luar kuliah. Bagi Quraish, adiknya itu (Alwi) memang sosok yang suka tantangan. Hal itu pula yang terjadi pada Umar. Kini masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam sangat mengenal sosok keluarga Shihab yang dikenal sebagai keluarga religius.
Nama Quraish bisa disejajarkan dengan nama paramufassir (ahli tafsir) Indonesia ternama seperti Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) dan Mahmud Yunus.Tafsir Al-Mishbahmerupakan karya fundamental yang menjadi rujukan para pelajar yang akan mengkaji khazanah tafsir Indonesia.
Memang sampai saat ini hanya segelintir ulama Indonesia yang menulis tafsir Alquran secara utuh. Dalam berbagai penampilan ceramahnya, mantan Menteri Agama di era Orde Baru ini selalu menunjukkan pemahaman agama dari akarnya.
Dalam melihat permasalahan selalu melihatpada Alquranataumenganalogikan pada ayat-ayat kitab suci.Dalam menganalisa ayat,Quraish selalu memperkaya dengan kajian khas bahasa Arab dan sejarah masa lalu sehingga pembahasannya terlihat utuh dan mempunyai landasan serta akar yang kuat.
Sementara Alwi, di kalangan cendekiawan dan pemikir Islam Amerika Serikat (AS),namanya tidak asing lagi. Alwi adalah salah seorang ahli Islam pertama yang duduk dalam Board of Trustee pada Centre for the Study of World Religions, lembaga pengkajian yang berafiliasi dengan Harvard Divinity School. Di bidang akademis Alwi dibekali dua gelar doktoral,salah satunya diambil di AS.
Tidak puas dengan dua gelar itu,Alwi mengambil postdoktoral di Universitas Harvard.Selanjutnya, dia mengajar di berbagai universitas di AS, termasuk di Universitas Harvard.Baginya,mengajar di Universitas Harvard merupakan kebanggaan dan prestasi yang sangat prestisius.
Sebab, selama ini banyak mahasiswa mendambakan kuliah di universitas nomor wahid di dunia ini.”Saya tidak hanya kuliah di Harvard, tetapi juga berperan meluluskan mahasiswa dari Universitas Harvard,”ujar Alwi. Di negeri Barat,Alwi memosisikan diri sebagai seorang yang memberikan penjelasan tentang Islam.
Hal ini sangat mungkin karena dia merupakan salah satu ahli di bidang perbandingan agama.Peran Alwi dalam mendakwahkan Islam di barat terlihat dari berbagai karya yang berhasil dilahirkannya, seperti Membedah Islam di Barat: Menepis Tudingan Meluruskan Kesalahpahaman.
Di kalangan warga AS,Alwi sering memperkenalkan Islam di beberapa gereja,sinagog, bahkan ada seorang rabi (pemuka Agama Yahudi) mengambil kursus intensif tentang tafsir Alquran di Philadelphia. Mengajar di depan para cendekiawan dunia ini tentunya hanya bisa dilakukan seorang yang mempunyai kapasitas dan bobot yang tidak bisa diragukan secara ilmiah.
Usai mendulang sejumlah ilmu agama di negeri orang,Alwi pun tak lupa tanah kelahirannya. Dia pun turut mendirikan Center for Religious and Cross-cultural Studies(CRCS) yang merupakan program studi pascasarjana di Universitas Gadjah Mada.Sementara Umar Shihab, selain sebagai dosen di beberapa universitas, memilih untuk berperan sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Kini tiga Shihab bersaudara merupakan pilar agamawan yang ada di Indonesia. ”Guru saya adalah guru Alwi dan Umar karena kita adalah alumni Al-Azhar.Mungkin hanya untuk beberapa hal kita berbeda guru,”ungkap Quraish. Menurut Alwi, jika ada masalahmasalah terkait keagamaan,mereka bertiga sering kali berdiskusi.
Quraish, sebagai kakak tertua, tetap dijadikan panutan dan guru tempat bertanya. ”Quraish sering tanya kepada saya masalah Barat dan Umar bertanya tentang agama-agama kepada saya. Begitu juga saya, bertanya kepada Umar tentang berbagai hal yang dibahas di MUI,”tutur Alwi kepada SINDO. (abdul malik/islahuddin/ faizin aslam/hmsb)
3 comments 21 November 2009
cara menulis naskah di wordpress (pemula)
cara menulis naskah (tulisan di wordpress) untuk anakku rahman (pemula) klik disini dan selamat mencoba.
Add comment 19 November 2009











































